Penghuni pertama kolam
Belajar banyak tentang air
Air itu ibarat mata Pelajaran KIMIA dengan seumur
hidup kita tidak lepas darinya. Begitu banyak pelajaran yang dapat diambil dari
AIR . AIR selalu membuat saya berpikir bagaimana mereka bisa begitu jernih,
bisa begitu keruh, bisa begitu sangat lemah, dan bisa begitu sangat kuat, kadang
juga begitu sangat diabaikan dan begitu sangat diperlukan. :/
Air selalu saja menjadi
bahan pelajaran yang sangat berharga untuk kita semua , bukan menebak-nebak,
satu contoh hujan, sebuah anugerah nan indah yang tepat jatuh titik per titik
diatas kita, tapi jangan-jangan kenapa hujan tetap saja turun saat kita menggelar
hajatan itu dikarenakan Allah sungguh tahu di saat yang bersamaan ada petani
yang sedang mengharapkan hujan datang untuk sawahnya yang kering. Allah juga
tahu kita lebih memiliki kesabaran yang tinggi ketimbang sang petani. Allah
lebih mengetahuisang petani lebih memiliki rasa syukur yang tulus ketimbang
kita bisa sajakan!
Jadi, rasanya kurang tepat
jika air selalu dijadikan biang keladi yang kerap diperbincangkan ketika wabah
kekeringan melanda atau banjir bandang datang tiba-tiba. Kenapa kita tidak
menengok ke diri kita? Jangan-jangan kesalahan ada di pihak manusia. Tak layak
pula jika air selalu menjadi “kambing hitam” sebagai pemicu kenegativan atas
nestapa dan malapetaka ketika air tumpah ruah di Manado, ketika air menggenang
di daratan ibu kota kita. Sekali lagi, mari tengok ke diri kita sendiri. Kira-kira
apa gerangan? So flashback!
Sobat!
Entah kenapa air terkadang disalahkan. Apalagi di musim hujan seperti saat ini, titik-titik air yang berjatuhan dari udara itu selalu menjadi momok menakutkan dan keluhan bagi sebagian orang. Hujan mi sede’ habis nyuci motor eh ! kenapa hujan, jemuran tidak kering gara-gara hujan, dan semua kalimat yang memosisikan hujan di titik yang tidak mengenakkan. Serba salah ;)
Entah kenapa air terkadang disalahkan. Apalagi di musim hujan seperti saat ini, titik-titik air yang berjatuhan dari udara itu selalu menjadi momok menakutkan dan keluhan bagi sebagian orang. Hujan mi sede’ habis nyuci motor eh ! kenapa hujan, jemuran tidak kering gara-gara hujan, dan semua kalimat yang memosisikan hujan di titik yang tidak mengenakkan. Serba salah ;)
Sobat, hujan sebagai salah satu pembelajaran betapa besar nikmat Allah yang
bernama “AIR” ^^
So Kawan!
Ambil Positifnya
Manfaatkanlah Air semaksimal dan seHAPPY mungkin :D !! (Yeyy)
Katanya
Peace itu melambangkan sebuah kedamaian :D ,. berarti rata-rata dokumentasi
dari dua jari ini menggambarkan bahwa kondisi hatinya sedang DAMAI :D :)
*Hhehe
Dapat
Jempol :D tapi tidak tau jempolnya buat sape? :D :P
Buat Andra CS
:D Hhehe Makin Solid yo' ;) !!!
Makan Kaga' bage-bage :P :D enak aja!
beli :P :D

seru banget yo berenangnya.....
BalasHapuslain kali ajakin lagi yawh.......